SOLOK KOTA – Pemerintah Kota Solok menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Al Muhsinin, Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan keagamaan ini menghadirkan Ustadz Asyam Havizh sebagai penceramah dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat Kota Solok yang memadati masjid kebanggaan daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Solok menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan momentum yang sangat penting untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Menurutnya, peristiwa Isra Mi’raj tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga mengandung pesan spiritual yang mendalam, terutama terkait kewajiban menjalankan ibadah shalat sebagai tiang agama.
Wali Kota menegaskan bahwa melalui peringatan Isra Mi’raj ini, masyarakat diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Nilai-nilai kejujuran, amanah, kedisiplinan, dan kepedulian sosial yang diajarkan Rasulullah SAW diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun Kota Solok yang maju dan berdaya saing.
Sementara itu, Ustadz Asyam Havizh dalam tausiyahnya mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Ia juga menekankan pentingnya menjaga shalat sebagai cerminan keimanan dan kunci ketenangan hidup.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Solok berharap peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu memberikan dampak positif dalam pembinaan keagamaan dan penguatan karakter religius masyarakat. Dengan landasan nilai-nilai keislaman yang kuat, diharapkan pembangunan daerah dapat berjalan seimbang antara kemajuan fisik dan spiritual.

Updates.